Tak dapat kukatakan
Gejolak hatiku
terselubung kisah tiada tara
Ingin daku
mengatakannya
Namun apa daya
mulutku bisu lidahku kelu
Telingaku rapat
terasa terkunci
Mataku serasa
tertutup oleh asap debu keragu-raguan
Yang menghalangi
diriku
Entah sampai kapan
harus seperti ini
Gejolak hati yang
membara
Terus menyelimuti
diri ini
Haruskah aku diam
dan terus menunggu
Bagai sebongkah
batu yang ada di depanku
Ahmad Fachrurozi
Depok, 16 Maret
2016